Minggu, 16 Oktober 2011

Supranatural Power

Assalamu`aikum wr.wb 
Spiritual dari Peristiwa Supranatural  Al-Quran berulangkali menjelaskan kekuatan supranatural yang dianugerahkan Tuhan kepada para rasul. Sulaiman as memahami bahasa burung, menundukkan makhluk gaib seperti jin dan Ifrit, menaklukkan angin sehingga angin bergerak sesuai dengan perintahnya. Daud as melunakkan besi dengan jari-jarinya. Ibrahim as mengubah panas api menjadi dingin dan menghidupkan burung yang sudah dicincang-nya. Musa as mengalahkan tukang-tukang sihir, membelah lautan, dan mengeluarkan air dari bebatuan semuanya dengan tongkatnya. Isa as menyembuhkan yang sakit dan meng-hidupkan yang mati. Yusuf as menyembuhkan kebutaan ayahnya  dengan mengusapkan pakaiannya ke matanya. Muhammad saw  membelah bulan.
Di samping kekuatan supranatural, Al-Quran menceritakan juga pengetahuan supra-natural (ilmu gaib) yang dimiliki para Nabi as:
1.Nabi Adam as mengetahui nama-nama  yang tidak diketahui oleh para malaikat (QS. Al-Baqarah 31-33).
2.Nabi Nuh as mengetahui bahwa  tidak akan bertambah orang yang beriman kepadanya dan bahwa orang-orang kafir di tengah-tengah kaumnya hanya akan melahirkan generasi yang durhaka saja (QS. Hud 36; QS. Nuh 26-27).
3.Nabi Ibrahim as melihat (diperlihatkan kepadanya) alam malakut di langit dan bumi (QS. Al-An'am 75).
4.Nabi Ya'qub as mengetahui apa yang bakal terjadi pada putranya Yusuf as dan kelak tahu bahwa Yusuf masih hidup (QS. Yusuf 4-6, 13, 18).
5.Nabi Luth as mengetahui bahwa kaumnya akan dibinasakan pada waktu Subuh (QS. Hud 81).
6.Nabi Yusuf as mengetahui takwil mimpi dan meramalkan apa yang bakal terjadi pada orang yang bermimpi itu (QS. Yusuf 101, 36-41, 43-49).
7.Nabi Shaleh as me-nubuwwat-kan bahwa kaumnya akan menerima azab setelah tiga hari (QS. Hud 64-65; QS. Al-Dzariyyat 43-44).
8.Nabi Isa as mengetahui apa yang akan dimakan oleh kaumnya dan apa yang mereka simpan (QS. Ali Imran 49).
9.Nabi Muhammad saw  mengetahui bahwa istrinya menyebarkan rahasianya (QS. Al-Tahrim 13)
10.Yang sangat terkenal, Nabi Khidhir mengetahui apa yang bakal terjadi dan melakukan berbagai tindakan untuk menghindarkan kecelakaan (QS. Al-Kahf  60-82).

Kekuatan dan pengetahuan supranatural juga dapat terjadi pada orang-orang yang bukan Nabi.  Sihir termasuk di antaranya. Kita tidak membicarakan sihir pada kesempatan sekarang, karena kita telah membicarakannya pada waktu yang lain.
Kisah Ashaf bin Burkhaya
Al-Quran bercerita tentang kisah Nabi Sulaiman as dan Ratu Bilqis: "Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasana-nya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri." Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin: "Aku akan datangkan kepadamu singgasana itu sebelum kau berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya". Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)." (QS. Al-Naml 38-40)
Di sini dikisahkan kekuatan supra-natural yang dimiliki oleh "seorang yang mempunyai ilmu dari Al-Kitab". Para ahli tafsir berselisih pendapat tentang orang ini.  Sebagian mengatakan orang ini malaikat Jibril atau malaikat lain yang ditugaskan untuk membantu Nabi Sulaiman as.  Menurut Ibn Abbas orang itu ialah Ashaf bin Burkhaya, wazir Sulaiman. Ia mengetahui nama Allah yang agung, yang bila berdoa dengan nama itu, Allah akan mengabulkannya. Yang lain berkata: Orang itu Nabi Khidhir as. Dr. Al-Zuhaili menulis selanjutnya, "Yang benar adalah pendapat Al-Razi. Orang itu Sulaiman as, karena ia lebih mengetahui Al-Kitab daripada yang lain dan karena ia seorang Nabi." Tetapi kata Abu Hayyan, "Pendapat yang paling aneh ialah orang itu Nabi Sulaiman. Seakan-akan ia berkata kepada dirinya: Aku akan datangkan kepadamu sebelum matamu berkedip."
Al-Fakhr Al-Razi memang lebih suka menisbatkan orang itu kepada Nabi Sulaiman as dengan alasan: (1) Kata alladzî menurut bahasa menunjukkan orang tertentu; dan orang yang dikenal mengetahui ilmu Al-Kitab adalah Sulaiman as. Ia lebih tahu tentang Al-Kitab karena ia Nabi; (2) Mendatangkan singgasana pada waktu yang begitu cepat menunjukkan derajat yang tinggi. Sekiranya yang melakukan-nya Ashaf, bukan Sulaiman as, tentulah Ashaf lebih utama daripada Sulaiman as. Hal yang tidak mungkin; (3) Sekiranya Sulaiman as memerlukan bantuan Ashaf, berarti kedudukan Sulaiman as kurang di mata manusia; (4) Sulaiman as berkata, "Ini adalah karunia Tuhanku untuk menguji aku apakah aku bersyukur atau kufur." Ini menunjukkan bahwa peristiwa yang menakjubkan itu dimunculkan Tuhan karena doa Sulaiman as.
Seperti Abu Hayyan, saya kira menisbatkan orang itu kepada Nabi Sulaiman as bertentangan dengan konteks kalimat. Bukankah Sulaiman as meminta kepada para pembesarnya untuk mendatangkan singgasana itu? Jika orang itu Sulaiman as, mata siapa yang berkedip itu? Sebagaimana pendapat jumhur mufassirin, dan berdasarkan banyak hadis3 , kita harus menisbatkan orang itu kepada Ashaf bin Burkhaya. Ia itu orang yang sangat berilmu, wazir Nabi Sulaiman as, dan dalam satu riwayat disebut-sebut sebagai orang yang diwasiatkan untuk menjalankan pemerintahan sepeninggalnya.
Terjadi juga ikhtilaf tentang apa yang dimaksud "ilmu dari Al-Kitab". Yang paling mashur di kalangan 'urafâ', Al-Kitab yang dimaksud adalah Kitab Al-Ma'rifat Al-Rabbaniyyah, yang terdiri dari pengetahuan tentang asma Allah. pengetahuan ini disebut juga sebagai pengetahuan tentang 72 huruf dari 73 huruf kitab makrifat. Dr. Al-Shadiqi menjelaskan tafsir ruhaniah dari ayat di atas sebagai berikut:4
Satu huruf dari Nama yang agung ini dikhususkan kepada Tuhan, yaitu dimensi zat, sifat zat, dan hakikat sifat fi'liyah. Semua huruf yang lain adalah dimensi-dimensi makrifat yang dibagi-kan kepada hamba-hamba Allah yang mukhlis. Setiap kali bertambah huruf-huruf makrifat ini, bertambahlah syariat yang dipikul oleh pemiliknya. Allah pun menambah penampakkan (mazhhar) pada ayat-ayat pengetahuan dan kekuasaan-Nya, "Wahai hamba-Ku, taatilah Aku sehingga Aku jadikan kamu seperti Aku. Aku berkata kepada sesuatu jadilah, maka ia pun menjadi." Betapa pun berbedanya "kun" takwiniyah dari Tuhan sendiri.
Ashaf bin Burkhaya adalah hamba Allah yang mukhlis. Dengan pensucian dirinya, ia dianugerahi Allah pengenalan akan asma Allah yang Agung. Ia menyerap sifat-sifat Tuhan, termasuk kalimat "kun". Dengan itu ia mengeluarkan kekuatan yang supranatural, karena ia sudah menjadi mazhhar dari kekuasaan Tuhan. Ia menjadi tajalliyat dari Allah sendiri. Dalam istilah Ibn 'Arabi, ia menjadi insan kamil. Dengan demikian, manusia selain Nabi, melalui proses pensucian diri dan penyerapan asma Allah, akan sanggup melahirkan peristiwa-peristiwa supranatural. Bukan mukjizat, tetapi keramat. Perbedaan istilah itu juga menunjukkan hirarki kekuatan itu di alam semesta.
Contoh lain dalam Al-Quran tentang manusia biasa yang dianugerahi Allah kekuatan supranatural adalah Maryam. Al-Quran melukiskan Maryam sebagai perempuan yang saleh, yang menghabiskan waktunya dalam mihrab. Tuhan menurunkan makanan dari langit ke mihrabnya (QS. Ali Imran 37). Ia juga diberi kekuatan luar biasa untuk menjatuhkan buah kurma dengan menggerakkan batang pohonnya ketika ia sedang dilanda sakit pada waktu melahirkan. (QS. Maryam 23-26).
Kisah Samiri
Al-Quran juga bercerita tentang seseorang yang berhasil membuat patung yang bisa berbicara. Dengan patung itu, ia membawa Bani Israil yang ditinggalkan Musa as kepada kesesatan (QS. Thaha 88). Ketika Musa as menyaksikan keajaiban patung emas yang dibuat Samiri, berkata Musa, "Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) Hai Samiri?" Samiri menjawab, "Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak Rasul lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku." (QS. Thaha 95-96).
Dalam kisah ini, Al-Quran mencerita-kan manusia biasa, bahkan orang yang fasik, berhasil melahirkan kekuatan supranatural, karena ia memanfaatkan "segenggam dari jejak Rasul." Para ahli tafsir meriwayatkan berbagai keterangan tentang ini. Sebagian mengatakan bahwa ketika Bani Israil menyeberangi Laut Merah, Samiri melihat malaikat Jibril berjalan di hadapannya menunggang kuda. Rasul di situ adalah Jibril. Ia mengambil tanah yang diinjak oleh malaikat. Tanah itu dimasukan ke dalam adonan patung emas yang dibuatnya. Dengan "berkat" tanah itu, patung itu mempunyai kekuatan gaib.
Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Rasul di situ adalah Nabi Musa as. Siapa saja yang dimaksud, Al-Quran mengajarkan bahwa orang dapat memperoleh kekuatan gaib dengan mengambil berkat dari jejak Rasul.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Cakra

Energi Cakra
Arti Cakra adalah : roda atau pusaran atau pusat atau bahkan perbuatan. Arti CAKRA didalam Cakra Prana Nusantara adalah PUSARAN ENERGI atau PUSAT ENERGI dan KEHIDUPAN.
Cakra berfungsi sebagai :
  • Pintu gerbang masuknya energi alam semesta (energi positif) kedalam tubuh manusia dan menjadi pusat daya penghubung (meridien)
  • Pusat pengendali (relay station) yang mendistribusikan energi dari satu bagian tubuh kebagian tubuh lainnya.
  • Menarik energi positif dan mengeluarkan energi negatif dari dalam tubuh.
  • Menjaga keseimbangan system pengendalian energi dalam tubuh.
  • Sebagai “pusat energi”

Beberapa pakar Metafisika, Hypnotherapist dan Meditasi berpendapat bahwa kehidupan manusia yang meliputi kesehatan, kejiwaan, usaha/bisnis, sex dan spiritual sangat berkaitan erat dengan Cakra manusia.
Cakra adalah termasuk kategori organ tubuh manusia yang tidak kasat mata, dan dari cakra-cakra itulah tubuh manusia dapat memancarkan sinar yang lazim disebut dengan AURA. Sinar tersebut hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang waskita, tetapi dapat dirasakan oleh siapapun yang telah mempelajari ilmu dan pengetahuan Cakra Prana Nusantara, baik ia berbakat maupun tidak berbakat.

Tubuh manusia diciptakan Tuhan dengan dilengkapi 7 titik Cakra Utama yaitu:

1. Cakra Dasar (root chakra) atau Mooladhara Chakkra yang berada diantara anus dan kelamin, cakra ini berfungsi sebagai akar penunjang kehidupan, sangat berpengaruh pada SEMANGAT HIDUP dan kemampuan seseorang dalam penyembuhan alami.
Mooladhara Chakkra ini dipahami sebagai pintu gerbang masuknya energi dingin yang bersumber dari bumi dan air yang mempengaruhi fungsi tulang dan susunan syaraf serta otot-otot manusia. Apabila cakra ini mengalami gangguan dalam mendistribusikan dan menjaga keseimbangan energinya, maka cakra inilah yang dituding sebagai penyebab sakit tulang dan nyeri otot. Bahkan dari cakra inilah kencenderungan “ingin bunuh-diri” muncul.
Dalam pemahaman lain, di-cakra mooladhara inilah bersemayam trisula wedha yaitu tiga jalur nadi utama energi; jalur sushuma, jalur ida (im atau dingin) dan jalur pinggala (yang atau panas). Dengan terbukanya cakra ini maka akan membuat keseimbangan jalur ida dan pinggala akan lebih baik didalam tubuh manusia sehingga membangkitkan vitalitas hidup.
2. Cakra Sex (spleen chakra) atau Svadistana Chakkra, berada didaerah pangkal kelamin yang berpengaruh pada vitalitas (kegiatan sex dan reproduksi), kegembiraan hidup, kehormatan pribadi dan persahabatan.
Svadistana Chakkra ini berfungsi untuk mendistribusikan energi kerongga pinggul. Apabila cakra ini mengalami masalah maka kemandulan, infeksi saluran kemih, impotensi, prostat dan hal-hal yang bertalian dengan reproduksi akan terganggu.
3. Cakra Perut/SolarPlexus (solar plexus chakra) atau Manipura Chakkra berada dibawah empedu atau berada dicekungan tulang iga yang merupakan sumber tenaga, kekuatan, emosi (seperti: berani, marah, benci dan bahkan rasa takut).
Manipura Chakkra bertugas sebagai pengendali dan penyeimbang energi pada hati/lever, pencernakan (usus & lambung) serta pankreas. Cakra ini dipahami sebagai jalur keluar masuknya energi dari bawah perut keatas dan sebaliknya, jika cakra ini tidak berfungsi dengan baik maka manusia akan mengalami lemah tubuh.
4. Cakra Dada/Jantung (heart chakra) atau Anahata Chakkra berada diatas hati, ditengah dada yang sejajar dengan pedua putting susu. Cakra ini merupakan sumber atau pusat emosi yang lebih halus dibandingkan dengan emosi yang ditimbulkan oleh Manipura Chakkra, seperti : cinta kasih, kedamaian, keramahan, kepekaan panca indera, keyakinan dan simpati.
Anahata Chakkra mengendalikan keseimbangan energi pada jantung dan paru-paru.
5. Cakra Tenggorokan (throat chakra) atau Visudha Chakkra berada diatas pangkal leher yang akan mempengaruhi panca indera seseorang, kemampuan berkomunikasi dan kreativitas.
Visudha Chakkra berfungsi sebagai pengendali keseimbangan energi pada kelenjar thyroid dan tenggorokan. Beberapa ahli Spiritual memahami bahwa dicakra Visudha inilah tempat bersemayam jiwa manusia, dan dari sinilah muncul ego dan kepercayaan diri manusia.
6. Cakra Dahi/Mata ketiga (forehead chakra) atau Ajna Chakkra berada diantara kedua alis dan berada didalam/ditengah-tengah kepala yang menjadi sumber kekuatan mata bathin/pewaskitaan, kontrol pikiran, inspirasi, daaya pikir maupun kreativitas. Cakra ini mempengaruhi “kebijak-an” seseorang, bahkan cakra ajna ini dapat dikatakan sebagai pengendali kemampuan seseorang untuk melihat sesuatu yang bersifat non-fisik. Bahkan orang yang sangat berbakat dapat menggunakan kekuatan cakra ini untuk melihal secara visual kejadian masa lalu ataupun masa yang akan datang seolah melihat layar kaca.
Jika Ajna Chakkra ini tidak berfungsi dengan baik maka cakra ini dituduh sebagai penyebab seseorang tidak bijaksana, seseorang kehilangan keseimbangan akal. Para yogi dan spritual sangat mempercayai bahwa di-cakra inilah tempatnya imajinasi, angan-angan dan intuisi. Maka mereka sangat berhati-hati dalam berpikir (selalu berpikir positif) karena apabila cakra ini sudah sangat kuat maka apapun yang dipikirkan atau di-angan-kan akan menjadi kenyataan.
7. Cakra Mahkota (crown chakra) atau Sahasrara Chakkra yang berada kira-kira 2 inchi diatas ubun-ubun yang berpengaruh pada tingkat spiritual, sifat-sifat dan intuisi yang berhubungan dengan ke-Tuhan-an.
Seseorang yang mempelajari spritual tanpa terbukanya Cakra Mahkota akan mengalami kesulitan karena energi atau panas yang berada dalam tubuh tidak dapat menyembur keluar. Bahkan energi negatif yang bersemayam dalam tubuh menyembur keluar juga melalui cakra ini.
Sahasrara Chakkra dipahami sebagai pusat keluar masuknya energi panas yang berasal dari unsur angin dan matahari.
Cakra ini juga bertugas untuk menjaga keseimbangan energi pada kelenjar pineal, system syaraf otak serta keseimbangan otak kiri dan kanan.

Selanjutnya tujuh Cakra Utama berfungsi sebagai 7 pusat pusaran energi dan kantong energi yang mempunyai daya dan kekuatannya masing-masing untuk mendistribusikan energi melalui ratusan sub-cakra (365 sub-cakra) dan tujuh puluh dua ribu meridien yang berada dalam tubuh manusia yang pada akhirnya dapat membangkitkan dan membuat medan energi keluar tubuh yang lazim dikatakan sebagai “7 lapis pancaran pelangi warna aura”.
Makin bersih cakra dan berputar sempurna, makin lancar aliran energi positif yang masuk ketubuh dan energi negatif keluar dari tubuh. Jika energi dari Cakra-cakra ini dialirkan keseluruh tubuh maka meridien mengakses energi energi tersebut dari berbagai penjuru tubuh lalu menyalurkannya keluar tubuh untuk keperluan-keperluan yang diinginkan, mis : untuk pengobatan. Makin bersih meridien dan makin bersih pikiran maka makin baik pengobatan berjalan.
Dapat dikatakan bahwa energi positif akan bekerja seperti apa yang dipikirkan, atau dengan kata lain, pengendali energi adalah pikiran (yang bersih).
Maka setiap anggota Cakra Prana Nusantara diwajibkan untuk selalu berpikir positif, berpikir positif dan berpikir positif. Dengan selalu berpikir positif secara otomatis akan membersihkan pikiran.
Ketujuh cakra utama sangat penting dalam “menjaga keseimbangan” distribusi energi kemasing-masing bagian tubuh dan system syaraf-syaraf tubuh.
Semakin kuat energi yang didistribusikan oleh 7 Cakra Utama melalui 365 sub cakra dan 72.000 meridien maka akan semakin kuat medan energi yang memancar, dengan sendirinya pancaran aura akan semakin tebal, kuat dan terang. Dapat dipastikan bahwa kesehatan seseorang dalam kondisi tersebut adalah dalam kondisi yang sangat prima, demikian pula sebaliknya.
Untuk membersihkan dan memperkuat cakra-cakra utama, cakra minor dan sub cakra serta meridien yang berada dalam tubuh, dapat dilakukan dengan olah raga yang baik dan teratur. Dengan olah raga yang baik dan teratur maka tubuh dengan sendirinya akan menyerap energi alam semesta ini yang terdiri dari 4 unsur, yaitu unsur bumi, unsur air, unsur udara, dan unsur matahari/panas. Sebagai tambahan, ditemukan juga unsur ke 5 yaitu CINTA dan KASIH SAYANG.
Banyak yang memahami bahwa sumber energi alam semesta ini terbagi dalam 5 katagori, akan tetapi dapat diringkas menjadi 3 kategori besar yaitu :
       · Energi Unsur Bumi dan Air yang mewakili unsur dingin atau negatif
       · Energi unsur Udara dan Matahari yang mewakili unsur panas atau positif
       · Unsur Cinta / Kasih Sayang
Tanpa unsur Cinta dan Kasih Sayang maka manusia hidup seperti layaknya patung yang bernyawa
Dijelaskan diatas bahwa menjaga KESEIMBANGAN energi adalah tugas pokok cakra-cakra utama, dan olah raga yang teratur (olah raga apa saja) dapat mengakses energi alam semesta, maka Cakra Prana Nusantara menggabungkan teori tersebut dengan mengaplikasikannya pada Olah Raga Un-aerobic (Olah Gerak dan Pernafasan) yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan energi dalam tubuh, jika energi dalam tubuh berlimpah maka disimpan sebagai energi cadangan. Energi Cadangan inilah yang lazim disebut dengan Tenaga Dalam.
Tenaga Cadangan atau Tenaga Dalam ini dapat digunakan tatkala energi murni manusia yang bersumber dari makanan, minuman (bumi dan air); oksigen dan kalori/panas (udara dan matahari) telah terkuras karena bekerja keras sepanjang hari. Tubuh merasa letih., pada saat letih kekurangan energi inilah energi cadangan atau tenaga dalam dibutuhkan untuk menggantikan energi murni yang terkuras.
Maka seseorang yang mempelajari olah raga dan pernafasan un-aerobic guna membangkitkan tenaga dalamnya akan terlihat energik, kuat, tidak mudah lelah dan kelihatan awet muda.

Sekilas dapat kita pelajari 7 Cakra Dasar atau Cakra Utama manusia sebagaimana yang tertera dalam tabel berikut :

No
NAMA
KETERANGAN
SIFAT
1
CAKRA DASAR
Ketika pembuahan sel telur dan sperma terjadi terbentuklah ‘energi kehidupan sejati’ (kundalini) yang memiliki medan energi. Setelah ‘fetus’ terbentuk, medan energi tersebut mempengaruhi sel-sel didekatnya, maka terbentuklah ‘cakra dasar’ jika cakra ini tidak bersih maka kemampuan penyembuhan diri sendiri (anti body) akan terganggu.
Panas dan stabil.
2
CAKRA SEKS
Adalah cakra yang mempengaruhi emosi-emosi dasar manusia seperti, nafsu, amarah, takut, cinta, dendam dsb. Cakra ini terbentuk saat fetus telah memiliki lokasi alat kelamin. Jika cakra ini tidak bersih, maka manusia akan menjadi kasar, dan mempunyai kelainan seksual.
Hangat dan menggelora
3
CAKRA
SOLAR
PLEXUS
Adalah cakra yang mengendalikan perasaan manusia yang sifatnya lebih lembut, seperti perasaan senang, kecewa dsb. Jika cakra ini tidak bersih, akan mempengaruhi tingkat emosional, depresi dll.
Sejuk dan mengalir lembut.
4
CAKRA
JANTUNG
Sebagai pengendali kemampuan manusia untuk mendeteksi kejadian-kejadian disekelilingnya. Jika cakra ini tidak bersih maka manusia akan kehilangan kepekaan rasa, keseimbangan dan konsentrasinya.
Dingin dan stabil.
5
CAKRA
TENGGO
ROKAN
Sebagai pengendali panca indera manusia. Jika cakra ini tidak bersih maka seseorang akan mengalami gangguan panca inderanya, seperti tidak merasakan rasa, telinga seperti tuli, mata rabun, hidung tersumbat, kulit kehilangan rasa pekanya, dll.
Netral dan menyerap.
6
CAKRA AJNA
Dapat disebut juga mata ke-tiga, yang mengendalikan kreativitas manusia. Jika cakra ini tidak bersih maka manusia akan kehilangan kreativitasnya.
Netral dan memancar.
7
CAKRA MAHKOTA
Adalah cakra yang mengendalikan kemampuan spiritual manusia. Dan merupakan pintu gerbang yang menghubungkan langsung antara tubuh dengan roh dan berfungsi sebagai “suara hati” Maka Cakra Mahkota ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia.
Netral dan menyucikan